Haru Negeriku

Ada bangga yg tersembunyi, negeriku kaya akan alam yang diberdayakan pribumi. Yang dimanfaatkan sendiri tanpa penduduk asing dengan teknologi-teknologi canggihnya. 

Tangannya kasar menghitam, dibakar mentari, karena rela bekerja untuk tetap hidup dengan merdeka. 

Keringatnya mengalir, sambil diusap dan tersenyum bangga akan hasilnya.

Walau tak banyak diayomi pemerintah, setidaknya dengan mereka kelola, mereka merasa merdeka, walau pemerintah tak mampu mengurangi kerasnya hidup mereka, mereka tetap merasa punya dan berhak dengan apa yang mereka perdayakan, alam ini. 

Tanah ini milik tuhan, untuk rakyat Indonesia. Bukan milik orang-orang sok bijak, yang merayu dengan janji-janji manis kampanyenya, lalu terpilih, lalu berkuasa, lalu memulai merampok hak-hak pemilihnya sendiri. Menjual aset-aset berharga milik warganya pada orang lain, lalu dengan tega disuruhnya pribumi jadi pekerja orang asing.  Jadi tuan puan yang berhutang, rakyat disuruh bayar?

Apa  timbal balik yang tuan puan berikan pada kami? Sedang kami memilih tuan dan puan untuk bisa mendengar suara-suara jeritan kami yang kelelahan, bertaruh nyawa mencari sesuap nasi di atas negeri ini? Lalu tuan dengan nikmatnya duduk di kursi ber-AC bergabung dengan konglomerat yang gila akan harta dan jabatan? Tega kah tuan dan puan melihat kami yang menjerit, yang bingung, yang usang, dan tak tahu mau makan apa hari ini? Tuan dan puan malah buka lebar lahan investor-investor asing tanpa memperdulikan nasib kami sebagai pribumi, dan dengan percaya dirinya tuan bilang, "itu bakal menumbuhkan lapangan pekerjaan", tapi kami dipekerjakan oleh bangsa lain di rumah kami sendiri, tuan, puan?!

#TOLAKOMNIBUSLAW #MOSITIDAKPERCAYA #REPUBLIKRAKYATINVESTOR

Pantas, karena yang dipilih, yang mau mewakili rakyat malah membungkam suara rakyat. Apa yang kalian wakili? Apa yang membuatmu terbutakan dan tertulikan dari suara kami? 

Sedang demo dimana-mana, pandemi belum berakhir, ekonomi kian mempuruk. Tuan dan puan sedang apa? Di pundak tuan ada beban rakyat. Tolong sadarlah! 

Haru negeriku, 

Rakyat menjerit, pemerintah tuli. Semoga tuhan menyadarkanmu, atau menumpasmu! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Tahu