Postingan

Bintu Al-Syathi', Mufassir Al-Qur'an dari Kalangan Perempuan

Mungkin masih banyak orang yang mengira bahwa mufasir atau orang yang menafsirkan al-Quran selama ini adalah lahir dari kalangan laki-laki saja. Padahal jika dilihat dari rentetan mufassir yang pernah muncul dan mewariskan kitab tafsirnya, mulai dari At-Tustari, Ath-Thabari hingga mufassir kontemporer Rasyid Ridha, tidak semuanya berangkat dari laki-laki, toh syarat untuk menjadi mufasir pun tidak harus laki-laki.  Perempuan juga berpeluang untuk mampu memberikan sumbangsih pemikirannya untuk kemajuan islam dengan menafsirkan al-Quran. Salah satu mufassir dari kalangan perempuan tersebut adalah Bintu Al-Syathi’, perempuan yang muncul di abad kontemporer yang sangat ahli di bidang bahasa dan sastra arab. Nama aslinya adalah Aisyah Abdurrahman. Ia terkenal dengan nama penanya, Bintu Al-Syathi’ atau anak perempuan tepian sungai, karena lahir di tepian sungai Nil pada tanggal 6 November 1913. Ia lahir dari kalangan keluarga yang cukup konservatif. Ayahnya, Abdurrahman adalah seorang ...

kamu dulu vs kamu sekarang (thinkinng doang)

 Seorang teman baik di masa lampau bertanya padaku, "Di UIN kalian muroja'ah berapa halaman sehari? Beneran terenyuh. Membandingkan diri sendiri di masa lalu dan sekarang. Dulu, bener-bener ada, berkempul, bersahabat sama orang-orang sholih, yang bermujahadah untuk bisa meningkatkan kualitas diri dan ketaqwaannya dengan bersahabat dengan al-Quran. Pagi, siang, malam, pasti buka al-Quran, bahkan nyuri-nyuri waktu buat baca, saking rindunya. Sekali males, ngeliat orang rajin yang semangatnya gak padam-padam, pasti hati tu kepanasan, "lagi apa woyy? kok gue diem?", dipaksa lagi diri tu buat terus bergerak, biasa lalu bisa terbiasa bahkan kerasa nikmatnya. Indah dan nikmat banget bisa ada di circle yang baik dan ngedukung buat terus bergerak dengan baik dalam kebaikan. Tapi, ujian di balik kenikmatan itu selalu ada, salah satunya adalah ketika lagi sendiri. Lebih banyak cobaannya, gak ada magnet otimatis yang ngingetin buat terus "heyy, ayo gerak, semangat semangaat...

I’jaz Al-Qur’an dalam Segi Medis

Ini adalah hasil karya tulis kami dengan sealakadarnya referensi kala pandemi. Sangat bersyukur untuk bisa menemukan bahan bacaan terkait ini, menulisnya dengan hati 😁, semoga aku dan teman-temanku bisa lebih baik lagi dalam menulis, dan hasilnya bisa bermanfaat. Selamat membaca!  I'Jaz Al-Qur'an dalam Segi Medis Dosen Pengampu : Drs.H.Ahmad Rifqi Muchtar, M.A Disusun oleh :   Alwi Fauzi Siambaton   Shelly Fitriana Dewi Siti Hanifa h       FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2020       KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita beberapa nikmat berupa nikmat kesehatan dan kelapangan waktu dan juga memberikan kita akal untuk berpikir dan menggunakan apa-apa yang telah diberikan -Nya dengan sebaik-baiknya. Maka Allah jadikanlah ilmu penge...