Haru Negeriku
Ada bangga yg tersembunyi, negeriku kaya akan alam yang diberdayakan pribumi. Yang dimanfaatkan sendiri tanpa penduduk asing dengan teknologi-teknologi canggihnya. Tangannya kasar menghitam, dibakar mentari, karena rela bekerja untuk tetap hidup dengan merdeka. Keringatnya mengalir, sambil diusap dan tersenyum bangga akan hasilnya. Walau tak banyak diayomi pemerintah, setidaknya dengan mereka kelola, mereka merasa merdeka, walau pemerintah tak mampu mengurangi kerasnya hidup mereka, mereka tetap merasa punya dan berhak dengan apa yang mereka perdayakan, alam ini. Tanah ini milik tuhan, untuk rakyat Indonesia. Bukan milik orang-orang sok bijak, yang merayu dengan janji-janji manis kampanyenya, lalu terpilih, lalu berkuasa, lalu memulai merampok hak-hak pemilihnya sendiri. Menjual aset-aset berharga milik warganya pada orang lain, lalu dengan tega disuruhnya pribumi jadi pekerja orang asing. Jadi tuan puan yang berhutang, rakyat disuruh bayar? Apa timbal bali...