Workspace -
Seperti terkurung di ruang kedap suara, yang tak dapat mendengar telinga-telinga di luar sana. Seperti sempit, namun sebenarnya luas. Gelap, tapi ada celah-celah cahaya yang diam-diam menyelinap. Syukurlah.
Untuk sekarang, jadi biji!
Biar, nanti bertunas lalu berbuah pada musim yang telah ditentukan.
______________________________________________
Seperti biji yang berpotensi hidup, berusaha menjalar menjelma akar yang kokohkan ia pada pondasi kuat. Sebelumnya ia tahu, akan ada angin yang kencang goyangkan tubuhnya. Lalu geraknya yang ikhlas memunculkan tunas, lalu tumbuh dan tumbuh, berdaun, berbunga, lalu berbuah pada waktu yang tepat. Seperti diam, tapi sebenarnya ia bergerak, yang tahu-tahu pihak-pihak itu melihat dan menikmati hasilnya. Dan tanpa rugi, namun penuh kasih, ia ikhlas untuk berbagi, karena ia menemukan dan menikmati perannya, untuk apa ia hidup.
Ahh memang tak semudah tumbuhan, justru yang berakal yang bingung sendiri apa potensi dan perannya di bumi ini.
Okay, keep calm! Jadi biji yang tumbuh!
#usaha-mikir-maen--- dalam kurung ibadah
Komentar
Posting Komentar